Wanita Ini Putuskan Pacarnya yang Miskin dan Jorok, Siapa Sangka 6 Tahun Kemudian iya menyesal, Cwonya Jadi Ini
pertama selalu yaitu cinta yang begitu khusus.
Semuanya yang berlangsung pada cinta pertama mau jadi memori yang akan tidak sempat terlupakan.

Baik itu cerita yang indah atau menyakitkan, semua mau terbawa seumur hidup.
Narasi ini terjadi di kehidupan seseorang wanita yang kisahnya ada di sini.
Saya yaitu seseorang wanita umum yang miliki cerita hidup yang umum.
Saya lulusan S1 yang sesudah usai kuliah pergi keluar dari rumahku untuk mencari pekerjaan.
Didalam kereta ke kota, saya berjumpa dengan cinta pertamaku.
Dia periang, mudah di ajak bicara, perhatian, serta baik hati.
Sesampainya kami di kota, dia juga memberikanku nomor handphone, agar dapat tetaplah bercakap, tukasnya.
Nyaris sehari-hari dia menelfonku, bertanya kabarku, menghiburku saat saya sulit.
Seperti seorang koko yang perhatian pada adiknya.
Saat saya ditipu, dia juga orang pertama yang datang untuk menolongku.
Saat saya tidak miliki apa-apa, dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya.
Tinggal di satu kamar yang kecil yang dia sediakan untukku.
Kasurnya dia beri untukku sesaat dia tidur diatas tikar.
Esok harinya, dia mengajak saya untuk mencari tempat beda yang lebih murah.
Dia bahkan juga menyisihkan upahnya untuk membayar DP tempat tinggal itu. Selanjutnya =>
Semuanya yang berlangsung pada cinta pertama mau jadi memori yang akan tidak sempat terlupakan.

Baik itu cerita yang indah atau menyakitkan, semua mau terbawa seumur hidup.
Narasi ini terjadi di kehidupan seseorang wanita yang kisahnya ada di sini.
Saya yaitu seseorang wanita umum yang miliki cerita hidup yang umum.
Saya lulusan S1 yang sesudah usai kuliah pergi keluar dari rumahku untuk mencari pekerjaan.
Didalam kereta ke kota, saya berjumpa dengan cinta pertamaku.
Dia periang, mudah di ajak bicara, perhatian, serta baik hati.
Sesampainya kami di kota, dia juga memberikanku nomor handphone, agar dapat tetaplah bercakap, tukasnya.
Nyaris sehari-hari dia menelfonku, bertanya kabarku, menghiburku saat saya sulit.
Seperti seorang koko yang perhatian pada adiknya.
Saat saya ditipu, dia juga orang pertama yang datang untuk menolongku.
Saat saya tidak miliki apa-apa, dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya.
Tinggal di satu kamar yang kecil yang dia sediakan untukku.
Kasurnya dia beri untukku sesaat dia tidur diatas tikar.
Esok harinya, dia mengajak saya untuk mencari tempat beda yang lebih murah.
Dia bahkan juga menyisihkan upahnya untuk membayar DP tempat tinggal itu. Selanjutnya =>
Komentar
Posting Komentar